Piko Hidro, Solusi Permasalahan Listrik untuk Daerah Terpencil

Bandung, April 2021. Listrik menjadi salah satu kebutuhan utama manusia. Pembangunan infrastruktur jaringan listrik untuk daerah-daerah terpencil memerlukan investasi yang besar, sementara kebutuhan listrik semakin hari semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya kegiatan ekonomi dan jumlah penduduk. Penyediaan listrik belum menjangkau seluruh desa-desa di Indonesia karena berbagai alasan dan kendala. Beberapa kendala penyediaan listrik pedesaan antara lain adalah jalur distribusi Perusahaan Listrik Negara menuntut adanya akses jalan ke lokasi tujuan, sementara kebanyakan pedesaan di Indonesia masih memiliki akses yang sulit.

Pemanfaatan energi air untuk daerah terpencil dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pemenuhan energi listrik. Salah satu solusi yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (P2 Telimek) LIPI adalah Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro yang memanfaatkan potensi energi air menjadi listrik.  Anjar Susatyo, peneliti P2 Telimek LIPI menjelaskan bahwa Piko Hidro yang dikembangkan dapat bekerja dengan head sangat rendah (1–3 meter) dan debit air yang kecil (25 liter/ detk). Teknologi ini memanfaakan energi potensial aliran air yang masuk turbin. Di dalam turbin, air diarahkan sudu pengarah menumbuk sudu gerak (runner) yang kemudian keluar melalui sebuah saluran yang disebut draft tube dan kembali sungai. “Pada saat menumbuk sudu gerak (runner) energi potensial tersebut di ubah menjadi energi kinetik menyebabkan sudu turbin berputar sehingga poros turbin ikut berputar. Pembangkit listrik ini bisa menghasilkan energi listrik bahkan dari debit air yang sangat kecil,”. terangnya.

Anjar mengungkapkan Piko Hidro dapat dibuat menggunakan turbin air dengan bentuk sederhana, bobotnya ringan, mudah dipasang, serta ramah bagi organisme air seperti ikan. Selain itu, Piko Hidro juga mudah dalam pengoperasian dan perawatannya, mudah dalam instalasi, membutuhkan bangunan sipil yang sederhana dan murah, namun memiliki keandalan tinggi. “Daya listrik maksimal yang dapat dibangkitkan oleh Piko Hidro adalah 500 watt. Turbin air ini sangat cocok untuk diaplikasikan di sungai atau pada saluran irigasi yang memiliki terjunan sekitar 1,5 meter atau lebih dengan debit air minimal 25 liter per detik,” ujarnya.

Produk Piko Hidro ini memiliki berat 17 kilogram, dan bisa menghasilkan daya 50–250 watt dengan menggunakan head 0,75-2 meter dan debit air 25-30 liter per detik. Listrik yang dihasilkan bisa menyalakan tiga buah lampu dan satu televisi. Piko Hidro lebih praktis dibandingkan dengan genset. Piko Hidro sudah melalui uji laboratorium maupun pengujian di lapangan yaitu Sungai Barabai, Kalimantan Selatan. (DS, ed : NU)