ICU Ventilator LIPI (VENLIP) untuk Pasien COVID-19

 

Bandung, Juli 2021. Perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia semakin bertambah. Menurut data dari Kemenkes angka pasien positif COVID-19 menjadi 2.203.108 bertambah 24.836 per tanggal 1 Juli 2021. Hal ini mengakibatkan kapasitas rumah sakit menjadi penuh dan pasien yang bertambah membutuhkan alat pernafasan. Salah satu alat pernapasan yang sangat dibutuhkan oleh pasien positif COVID-19 di rumah sakit adalah ventilator. Saat ini kebutuhan penggunaan ventilator menjadi meningkat dan jumlah ketersediaan ventilator yang ada di rumah sakit belum bisa memenuhi kebutuhan yang diharapkan.

Dalam rangka penanganan pandemi ini, kelompok penelitian di Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik mengembangkan alat pernapasan berupa ventilator untuk ICU berbasis Piston Pneumatic. Hendri Maja Saputra, koordinator Kelompok Penelitian Otomasi Industri menyatakan bahwa penelitian ini dimulai sejak Mei 2020. “Adanya kebutuhan produk mesin ventilator yang dapat digunakan oleh pasien COVID-19 baik bekerja dalam kondisi invasive maupun non invasive untuk itu kami mengembangkan ICU Ventilator LIPI atau kami sebut VENLIP,” jelas Hendri.

ICU Ventilator LIPI atau VENLIP ini memiliki beberapa mode utama antara lain:  Mode VC–CMV (Volume Control-Continuous Mandatory Ventilation) yaitu memberikan suplai udara berdasarkan volume tidal dengan kadar fraksi oksigen yang dihirup, laju aliran dan tekanan inspirasi (PIP) secara terus menerus sesuai siklus waktu yang telah ditentukan atau sepenuhnya dikendalikan mesin dan nilai tekanan ekspirasi (PEEP) yang sudah ditentukan oleh operator. “ Selanjutnya adalah mode VC–AC (Volume Control-Assist Control) memberikan suplai udara berdasarkan volume tidal dengan kadar FiO2, laju aliran dan tekanan secara terus menerus secara assist control, dimana ventilator akan memberikan suplai apabila terdapat trigger upaya nafas pasien berupa tekanan (-1 cmH2O sampai -3 cmH2O), sedangkan apabila trigger tidak terpenuhi makan mesin akan bekerja sesuai siklus waktu yang telah ditentukan atau sepenuhnya dikendalikan mesin dan nilai PEEP yang sudah ditentukan oleh operator,” terang Hendri.

   

Tim Penelitian VENLIP

Mode PC–AC (Pressure Control-Assist Control) memberikan suplai udara berdasarkan  tekanan inspirasi dengan kadar FiO2, laju aliran dan tekanan inspirasi secara terus menerus secara assist control, dimana ventilator akan memberikan suplai apabila terdapat trigger upaya nafas dari pasien berupa tekanan (-1 cmH2O sampai -3 cmH2O), “Sedangkan apabila trigger tidak terpenuhi makan mesin akan bekerja sesuai siklus waktu yang telah ditentukan atau sepenuhnya dikendalikan mesin dan nilai PEEP yang sudah ditentukan oleh operator,” lanjut Hendri.

Hendri menjelaskan VENLIP ini digunakan sebagai alat bantu nafas untuk pasien yang mengalami gagal nafas. Cara kerja mesin ventilator ini yaitu memompa udara dengan kompresor dan tabung oksigen selama beberapa detik untuk menyalurkan udara bercampur oksigen ke paru-paru pasien berupa aliran udara hingga 100 LPM dan tekanan inspirasi hingga 25 cmH2O. “VENLIP memiliki sistem pencampuran FiO2, sehingga bisa menghasilkan kadar FiO2 dari 21%100%. Tenaga medis dapat memasang beberapa jenis intubasi kedalam saluran pernapasan pasien,” tambah Hendri.

VENLIP merupakan salah satu jenis ventilator invasif dengan jenis breathing circuit double limb, dan juga termasuk jenis ventilator portable yang memiliki dimensi panjang 55 cm, lebar 52 cm, dan tinggi 139 cm, berat 42 kg.  Ventilator ini sudah dibekali dengan internal baterai untuk backup sistem.  “Harapan ke depan untuk pengembangan alat ini semoga lulus uji teknis di BPFK (Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan) dan lolos uji klinis,” tutup Hendri. (DS/ed : NU)